Showing posts with label Kepulauan Banda. Show all posts
Showing posts with label Kepulauan Banda. Show all posts
0 Komunitas Moluska di Perairan Pulau Naira
Friday
Labels:
Banda Naira,
Biologi,
Ekologi,
Kepulauan Banda,
Maluku,
Moluska
KOMUNITAS MOLUSKA DI PERAIRAN PULAU NAIRA
KECAMATAN BANDA, MALUKU TENGAH1)
Oleh :
Johny Dobo2) dan Safar Dody3)
e-mail: johnydobo@bandanaira.co.cc
ABSTRAK
KECAMATAN BANDA, MALUKU TENGAH1)
Oleh :
Johny Dobo2) dan Safar Dody3)
e-mail: johnydobo@bandanaira.co.cc
ABSTRAK
Penelitian mengenai komunitas moluska di perairan Pulau Naira, Kecamatan Banda telah dilakukan sejak bulan Juni – Agustus 2005 dengan tujuan untuk menginventarisasi jumlah dan mengetahui status diversitas moluska di sekitar perairan tersebut. Pengamatan komunitas moluska dilakukan pada tiga stasiun pengamatan dengan metode transek kuadrat. Analisis data dilakukan berdasarkan petunjuk Ludwig and Reynold (1988).
Dari 69 petak kuadrat yang digunakan, telah dikoleksi 392 individu moluska yang terdiri atas 59 jenis dan berasal dari 22 famili yang mewakili kelas gastropoda (42 jenis dari 14 famili) dan kelas bivalvia (17 jenis dari 8 famili). Berdasarkan stasiun pengamatan, jumlah jenis moluska terbanyak ditemukan pada lokasi stasiun III (31 jenis), kemudian stasiun I (28 jenis) dan yang paling sedikit pada stasiun II (28 jenis). Rata-rata nilai kepadatan komunitas moluska antar stasiun pengamatan adalah 6.769 ind/m2 (stasiun I), 4.077 ind/m2 (stasiun II), dan 4.231 ind/m2 (stasiun III).
Hasil penghitungan nilai indeks keanekaragaman (diversity) dan indeks keseimbangan (eveness) menunjukkan bahwa komunitas moluska pada lokasi penelitian menunjukkan keanekaragaman yang tinggi, terutama pada stasiun III, dengan penyebaran jenis antar stasiun yang beragam dan menunjukkan adanya keadaan komunitas moluska nyaman dan stabil.
Dari 69 petak kuadrat yang digunakan, telah dikoleksi 392 individu moluska yang terdiri atas 59 jenis dan berasal dari 22 famili yang mewakili kelas gastropoda (42 jenis dari 14 famili) dan kelas bivalvia (17 jenis dari 8 famili). Berdasarkan stasiun pengamatan, jumlah jenis moluska terbanyak ditemukan pada lokasi stasiun III (31 jenis), kemudian stasiun I (28 jenis) dan yang paling sedikit pada stasiun II (28 jenis). Rata-rata nilai kepadatan komunitas moluska antar stasiun pengamatan adalah 6.769 ind/m2 (stasiun I), 4.077 ind/m2 (stasiun II), dan 4.231 ind/m2 (stasiun III).
Hasil penghitungan nilai indeks keanekaragaman (diversity) dan indeks keseimbangan (eveness) menunjukkan bahwa komunitas moluska pada lokasi penelitian menunjukkan keanekaragaman yang tinggi, terutama pada stasiun III, dengan penyebaran jenis antar stasiun yang beragam dan menunjukkan adanya keadaan komunitas moluska nyaman dan stabil.
Kata kunci : komunitas, bivalvia, gastropoda, Banda Naira
___________________
1) Makalah dibawakan pada Seminar Nasional Perikanan Indonesia
Di STP Jakarta, 4-5 Desember 2008
2) Sekolah Tinggi Perikanan Hatta Sjahrir Banda Naira, Maluku
3) Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Jakarta (download pdf files)
0 Distribusi Spasial Ikan Beronang
Labels:
Banda Naira,
Biologi,
Ekobiologi,
Ekologi,
Ikan Beronang,
Kepulauan Banda,
Lamun,
Maluku,
Padang Lamun,
Selat Lonthoir
DISTRIBUSI SPASIAL IKAN BERONANG (Siganus canaliculatus)
DI PADANG LAMUN SELAT LONTHOIR,
KEPULAUAN BANDA, MALUKU1)
DI PADANG LAMUN SELAT LONTHOIR,
KEPULAUAN BANDA, MALUKU1)
MUNIRA2), SULISTIONO3) & ZAIRION3)
ABSTRAK
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial ikan beronang pada tiga daerah segmentasi lamun di Selat Lonthoir yang dilakukan sejak bulan Juli sampai Desember 2009. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kerapatan rata-rata jenis lamun di ketiga stasiun berkisar antara 7.48 hingga 235.50 teg/m2 dengan kerapatan jenis tertinggi adalah Cymodocea rotundata di stasiun 1 dan 2 serta Thallasia hempricii di stasiun 3. Kelimpahan ikan tertinggi ditemui pada stasiun 1 dan yang terendah adalah stasiun 2. Uji non parametrik Kruskal-Wallis Test terhadap kelimpahan ikan beronang baik pada ikan jantan maupun betina di ketiga stasiun menunjukkan bahwa distribusi kelimpahannya tidak berbeda nyata. Analisis Faktorial Koresponden yang diverifikasi dengan Analysis Cluster memperlihatkan adanya dua kelompok habitat. Kelompok pertama adalah stasiun 1 dan Kelompok kedua terdiri dari stasiun 2 dan 3.
Kata kunci: distribusi spasial, ikan beronang, padang lamun, Selat Lonthoir
----------------------
1) Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Ikan VI & Kongres Masyarakat Iktiologi Indonesia III di Cibinong-Jabar, 8-9 JUni 2010
2) Sekolah Tinggi Perikanan Hatta-Sjahrir Banda Naira
3) Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, FPIK IPB
(download fulltext.pdf)






